Public Lecture on “Followership, A Reverse View of Leadership”

Key Speaker: Dr. Handry Satriago, CEO GE Indonesia

Saturday, August 23, 2014

The World Bank, J Building
701 18th St NW
Washington, DC 20006

Handry lahir di Pekanbaru, Indonesia 13 Juni 1969. Ia lulus sebagai Insinyur Bioindustri dari Institut Pertanian Bogor, dan mendapat gelar Master (Cum Laude) dari IPMI dan MBA dari Monash University. Handry juga memegang gelar PhD dalam Manajemen Strategis dari Universitas Indonesia dengan topik disertasi dalam studi pengikut. Handry juga bergabung dengan beberapa pendidikan eksekutif, termasuk Makroekonomi Daya Saing di Harvard Business School.

Dia bergabung dengan GE pada tahun 1997 sebagai Business Development Manager di GE International, setelah beberapa tahun bekerja di perusahaan lokal. Dia memiliki beberapa peran dalam bisnis GE seperti General Manager untuk Penerangan Industri, Kualitas Black Belt Asia Regional Six Sigma, dan Direktur Pembangkit Listrik untuk Indonesia, Vietnam, Kamboja, dan Filipina. Mulai Juli 2010, ia dipromosikan sebagai CEO GE Indonesia. Visi Handry dalam mengembangkan bisnis GE Indonesia didasarkan pada keyakinannya bahwa perusahaan akan memiliki pertumbuhan yang berkelanjutan ketika itu juga berkontribusi terhadap pertumbuhan pelanggan dan negara.

Handry menyukai kegiatan pendidikan dan kesukarelaan. Dia bersemangat untuk melihat lebih banyak talenta muda Indonesia untuk menjadi pemain global. Dia menghabiskan waktu luangnya untuk berbagi dengan para siswa dan orang muda, dan berkontribusi sebagai penulis di beberapa buku tentang kepemimpinan dan lingkungan. Buku terbarunya, berjudul #sharing diluncurkan pada April 2014 dan sekarang menjadi National Best Seller. Dia adalah anggota Dewan Penasehat untuk beberapa universitas dan universitas perusahaan di Indonesia. Dia juga anggota aktif dan salah satu pendiri GE Volunteers Indonesia. Dia menikah Dinar Sambodja, mantan rekannya di GE Lighting Indonesia, sekarang menjadi notaris di Jawa Barat. Handry senang membaca, olahraga, mengumpulkan lukisan tradisional Bali, dan bepergian dengan istrinya.