Forum Terbuka: “Kebijakan Maritim & Outlook Ekonomi Indonesia 2015”

ILUNI UI USA & KAGAMA Washington DC
Thursday, February 5, 2015 from 6:00 PM to 9:00 PM (EST)
Washington, DC

“Indonesia akan menjadi poros maritim dunia, kekuatan yang mengarungi dua samudra, sebagai bangsa bahari yang sejahtera dan berwibawa,” (pidato Presiden Joko Widodo dalam KTT ASEAN di Myanmar November 2014)
Poros Maritim Dunia adalah menjadikan Indonesia sebagai negara maritim yang besar, kuat, dan makmur melalui pengembalian identitas Indonesia sebagai bangsa maritim, pengamanan kepentingan dan keamanan maritim, pemberdayaan seluruh potensi maritim demi kemakmuran bangsa, pemerataan ekonomi Indonesia melalui tol laut, dan melaksanakan diplomasi maritim dalam politik luar negeri Indonesia lima tahun kedepan. Untuk itu dibutuhkan praktek dan proses pembangunan maritim di berbagai aspek, seperti politik, sosial-budaya, pertahanan, infrastruktur, dan terutama sekali ekonomi.
Mari kita simak dua orang pembicara, pakar di bidang keamanan laut dan ekonomi yang akan mengupas langkah-langkah strategis menuju Poros Maritim Dunia. Dalam kesempatan ini, Bapak Ronald Waas akan mengupas perekonomian Indonesia pada tahun 2015 ini.
Inilah para pembicara forum terbuka ini:
Bapak Laksamana (Purn)  Dr. Marsetio, M.M *
Lulusan terbaik AAL Bumimoro pada tahun 1981 ini adalah Kepala Staf Angkatan Laut  yang menjabat sejak 17 Desember 2012 hingga 31 Desember 2014.  Sebelumnya, doktor lulusan Universitas Gadjah Mada tersebut menjabat Wakil  Kepala Staf Angkatan Laut. Penggagas program pembangunan pendidikan sumber daya manusia di AL ini berhasil mensejajarkan TNI AL sebagai penyandang predikat “World Class Navy”. Dalam buku yang ditulisnya,  “Sea Power“, beliau mengemukakan bahwa kekuatan laut memiliki peran sentral dalam menentukan Indonesia dalam kancah global dengan menggunakan  dan mengendalikan laut (sea control) serta mencegah lawan dengan menggunakannya (sea denial).
*To be confirmed
Bapak Ir. Ronald Waas, MIA, Deputi Gubernur Bank Indonesia Bidang Sistem Pembayaran dan Pengawasan Bank. 
Selama karirnya di Bank Indonesia sejak 1981, lulusan Institut Teknologi Bandung dan Columbia University ini telah menjabat berturut-turut sebagai Direktur Direktorat  Teknologi Informasi,  Direktur Unit Khusus Manajemen Informasi dan Direktur Direktorat Akunting dan Sistem Pembayaran sebelum menjadi Deputi Gubernur tahun 2011. Terinspirasi dengan visi Steve Jobs, “Apple on every desk”, pakar sistem pembayaran dan teknologi informasi ini berperan aktif mendekatkan bank dengan masyarakat Indonesia dimana finansial akan menjadi kondisi yang inklusi, artinya menyentuh seluruh lapisan masyarakat dan tidak ada lagi pihak yang tak tersentuh sektor keuangan, seperti kalangan nelayan yang kebutuhan modal kerjanya masih didominasi oleh tengkulak dengan bunga mencekik. Untuk itu akses perbankan  maupun pembiayaan kepada nelayan terutama di pelosok daerah dapat ditembus dengan branchless banking  yang menggunakan teknologi  berbasis mobile phone (ponsel)